1.1.a.10. Aksi Nyata – Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Kelas dan Sekolah

1.1.a.10. Aksi Nyata – Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Kelas dan Sekolah

A. LATAR BELAKANG
Sejak adanya Coronavirus Disease (COVID-19) pada bulan Maret 2020, kegiatan proses belajar mengajar di sekolah dihentikan dan diganti pembelajaran dalam jaringan (daring) yang dapat diakses peserta didik dari rumah. Dalam hal ini guru sulit mengkondisikan anak belajar dari rumah, sehingga dibutuhkan pembelajaran daring yang menarik, bermakna, dan menyenangkan. Guru harus lebih kreativitas dan inovasi dalam menyiapkan materi pembelajaran. Pembelajaran secara daring harus dapat melatih anak mengembangkan karakter sesuai profil pelajar Pancasila.

B. TUJUAN
Anak dapat belajar sesuai dengan kemampuan dan minat anak sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar sehingga mencapai hasil belajar dengan baik.

C. PENERAPAN PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA DI KELAS DAN SEKOLAH
1. Perasaan selama melakukan perubahan di kelas
Peran guru untuk mewujudkan merdeka belajar dilakukan dengan melibatkan pendampingan orang tua dan kerjasama antar siswa. Pembelajaran secara daring memiliki banyak penghambat seperti anak belum memiliki handphone sendiri, belum dapat menggunakan presensi melalui google form, belum pernah mengikuti pembelajan secara virtual melalui google meet atau aplikasi zoom.
Maka dalam mengatasi hal tersebut diperlukannya gotong royong atau tolong menolong. Hal ini terwujud dalam bentuk siswa saling memberi tahu materi dan tugas pembelajaran kepada teman lainnya jika ada teman pada saat kegiatan belajar mengajar terutama saat ujian sekolah dan ujian praktik seperti saat ini. Peran orangtua juga diharapkan dalam memberikan bantuan dan bimbingan berupa penyediaan koneksi internet atau handphone serta tersedianya alat peraga sederhana dalam kegiatan praktik IPA mempraktikkan terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan dengan alat seperti 1 Senter, 1 bola berukuran kecil, 1 bola berukuran sedang dan 1 handphone sebagai alat perekam video saat kegiatan praktik dilakukan.
Setelah memeriksa video praktik satu persatu anak, sudah terlihat adanya saling gotong royong antar teman atau dengan orangtua sehingga anak tersebut dapat menyelesaikan tugas praktik dengan baik. Perasaan saya selama melakukan perubahan di kelas yaitu saya merasa senang dengan adanya perubahan dalam diri siswa yaitu adanya sikap saling tolong menolong antar teman yang membutuhkan dan peran serta orangtua siswa dalam kegiatan pembelajaran.

2. Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan
Guna mewujudkan merdeka belajar yang berpihak pada murid. Hal pertama yang dilakukan adalah membuat rencana pembelajaran yang menyenangkan dan menyepakati adanya pelibatan orang tua di dalam pembelajaran seperti ujian praktek pada saat ini. Sebelum ujian dilaksanakan guru memberikan penjelasan dan langkah-langkah serta tanya jawab tentang kegiatan praktik melalui aplikasi google meet. Sebagai upaya memacu kreativitas peserta didik dalam berkarya diberikan kebebasan dalam memilih alat dan bahan untuk ujian praktik serta pembuatan video praktikum yang boleh melibatkan teman dan orangtua. Hasil ujian praktik berupa rekaman video yang isinya menjelaskan proses terjadinya gerhana bulan dan matahari. Jadwal pengumpulan disepakati waktunya dengan mendiskusikannya pada grup WA kelas.

3. Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik
Pembelajaran daring di Sekolah dasar yang paling mudah dan sering digunakan yaitu pemberian materi dan tugas melalui grup WA kelas (WAG). Adapula guru juga yang menggunakan aplikasi Google Meet, dan Zoom Cloud Meeting. Minimnya pengalaman pembelaran daring. Dalam menyediakan pembelajaran daring ada beberapa kendala yang dihadapi. Guru harus menyiapkan materi ajar dari youtube atau berupa penggunaan aplikasi edit video. Selain itu, tidak semua siswa mempunyai handphone sendiri, sehingga pembelajaran daring tidak bisa diakses. Bagi siswa yang tidak memiliki handphone maka pembelajaran dapat memanfaatkan buku paket atau lembar kerja yang dibuat sendiri oleh guru yang dapat di ambil di sekolah melalui wali kelasnya.
Pembentukan karakter siswa saat pembelajaran di rumah bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan pembentukan karakter siswa. Misalnya siswa mencari alat-alat untuk ujian praktik secara mandiri atau saling membantu antar teman.
Peran orangtua dalam pembelajaran di rumah sangat penting untuk dapat mendampingi anaknya belajar di rumah. Melalui kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan orang tua, diharapkan pembelajaran secara daring dari rumah dapat membantu ketercapaian tujuan pembelajaran yang tetap membuat siswa kreatif.

4. ‘Foto bercerita’ dari seluruh rangkaian pelaksanaan (perencanaan, penerapan dan refleksi) aksi Anda.
Perencanaan
Guru melakukan diskusi dengan teman sejawat dan juga kepala sekolah tentang pelaksanaan ujian daring dari rumah siswa.

Penerapan
Pelaksanaan ujian secara daring diawali dengan kegiatan penjelasan tata cara pelaksanaan ujian serta sesi tanya jawab tentang pelaksanaan melalui aplikasi google meet. Guru membagikan soal dan panduan membuat lembar jawaban di buku tulis siswa. Jika siswa sudah menyelesaikan menjawab soal maka lembar jawaban difoto untuk dikirimkan guru kelas melalui Whatsapp.

Refleksi
Pola pengajaran secara daring awalnya guru selalu memberikan tugas melalui instruksi sekarang lebih diupayakan memberikan tuntunan tanpa melepaskan nilai gotong royong. Kemandirian juga akan terbentuk jika guru mampu mengarahkan anak didik menuju kemandiriannya. Dari tuntunan tersebut akan tercipta kreativitas anak didik sesuai potensinya masing-masing. Kendala yang terjadi yaitu jika ada materi yang kurang dipahami anak, maka penjelasan yang diberikan guru hanya dapat secara daring. Tuntunan dan kesabaran guru diperlukan sebagai solusi permasalahan tersebut.

5. Anda juga dapat memasukkan ‘testimoni’ dari rekan guru dan murid yang terlibat dalam proses perubahan yang Anda lakukan.
Testimoni dari murid :
Nama saya Choiriyah Triasmi kelas 6b saya akan ujian secara online, nanti guru saya akan mengirim soalnya. Jika saya tidak tahu maka saya akan bertanya kepada guru atau orangtua saya, lalu jika sudah selesai akan dikirim melalui WA ke bapak guru.

Testimoni dari teman sejawat :
Nama saya Aan Muhammad Nasrun saya guru kelas 6 SD Negeri 3 Bumi Waras. Di sini saya akan memberikan testimoni tentang program guru penggerak yang dijalankan pak Deny, semenjak dijalankannya program tersebut banyak siswa kami mengalami peningkatan motivasi belajar melalui penggunaan aplikasi seperti penggunaan whatsapp, youtube, zoom, maupun google meet. Demikian testimoni tersebut saya akhiri.

D. Kesimpulan
Ujian sekolah dan ujian praktik yang dilakukan secara daring dapat meningkatkan kemandirian, kerjasama, dan tolong menolong antar siswa dan orang tua sehingga menghasilkan nilai ujian yang baik.

2 tanggapan pada “1.1.a.10. Aksi Nyata – Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Kelas dan Sekolah”

  1. Apakah nilai ujian yang baik dicapai oleh anak didik bisa dipertanggungjawabkan karena guru tidak bisa memantau langsung apakah anak tersebut mengerjakan sendiri soal-soal ulangannya,bisa jadi orang tua yang mengerjakan atau anak-anak bekerjasama saat ujian.

    1. Pastinya pengambilan nilai kelulusan tidak seutuhnya dari nilai ujian, Masih ada nilai aspek lainnya dari afektif dan psikomotor. Untuk kelas 6 sekolah Dasar jika peraturan tidak berubah seperti tahun kemarin, maka nilai pada Ijazah hanya merupakan nilai rata-rata rapor kelas 4-6.

Tinggalkan Balasan