Akreditasi Sekolah: Membangun Sekolah Efektif



Pendahuluan

Sekolah efektif adalah sekolah yang memiliki standar pengelolaan yang baik, transparan, responsible dan akuntabel, serta mampu memberdayakan setiap komponen penting sekolah, baik secara internal maupun eksternal. Dalam perspektif manajemen, sekolah efektif merupakan proses pemanfaatan seluruh sumber daya sekolah yang dilakukan melalui tindakan yang rasional dan sistemik mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan tindakan, dan pengendalian (Satori, 2000:21). Tingkat efektivitas suatu sekolah menentukan tingkat keberhasilan sekolah mencapai visi-misi-tujuan sekolah, dan menggambarkan ketercapaian 8 Standar Nasional Pendidikan.

Pengakuan pemerintah terhadap efektivitas kinerja sekolah dilaksanakan melalui akreditasi untuk dinilai kelayakannya (Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 60) oleh suatu lembaga mandiri (Permendikbud Nomor 13 tahun 2018) yang disebut BAN SM. Akreditasi sekolah adalah kegiatan penilaian (asesmen) sekolah secara sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi diri dan evaluasi eksternal (visitasi) untuk menentukan kelayakan dan kinerja sekolah (Sudrajat, 2014:12). Hasil akreditasi yang disimbolkan oleh huruf “A”, “B”, “C” atau “Tidak Terakreditasi” inilah yang dijadikan pengakuan oleh publik tentang efektivitas kinerja sekolah.

Setiap sekolah akan berupaya keras untuk mencapai Akreditasi “A”, bahkan ditempuh melalui cara-cara instant seperti penyiapan dokumen pendukung yang lengkap, pengkondisian lingkungan, ketenagaan dalam waktu yang singkat sebelum visitasi. Fenomena sekolah seperti ini sering terjadi pada kegiatan akreditasi, padahal salah satu dampak akreditasi adalah agar sekolah menjadi efektif, memiliki budaya mutu: evaluasi diri, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Sehubungan dengan fenomena tersebut, pertanyaan dalam tulisan ini adalah “Bagaimana peranan akreditasi dapat meningkatkan efektivitas sekolah?”

Peranan Akreditasi Sekolah
Penjelasan tentang peranan akreditasi sekolah tidak dapat dilepaskan dari tujuan akreditas yaitu untuk : (a) menentukan tingkat kelayakan suatu sekolah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan dan (b) memperoleh gambaran tentang kinerja sekolah (Sudrajat, 2014:11). Sehubungan dengan dua tujuan akreditasi, peran akreditasi dalam peningkatan efektivitas sekolah adalah sebagai berikut.

1. Penentu tingkat kelayakan suatu sekolah dalam menyelenggarakan
layanan Pendidikan

Tingkat kelayakan suatu sekolah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan adalah sejauhmana sekolah dapat memenuhi 8 standar nasional pendidikan. Upaya pencapaian standar-standar itu tidak serta merta namun ditempuh dalam tahapan-tahapan yang dituangkan pada rencana kerja sekolah. Pelaksanaan rencana itu disesuaikan dengan kebutuhan sekolah hasil evaluasi diri sekolah. Dengan adanya akreditasi, sekolah terpicu dan memacu untuk memberikan layanan yang terbaik bagi warga sekolah. Layanan pendidikan di sekolah sebenarnya hasil dari upaya sekolah menuju sekolah efektif dengan cirri perencanaan, pengorganisasian, pengarahan tindakan, dan pengendalian. Semakin efektif sekolah semakin baik layanan pendidikannya. Oleh karena itu, akreditasi memegang peran sangat penting bagi sekolah untuk meningkatkan layanan pendidikannya.

2. Memberikan gambaran tentang kinerja sekolah
Kinerja sekolah terkait erat dengan standar pengelolaan yang baik, transparan, responsible dan akuntabel, serta mampu memberdayakan setiap komponen penting sekolah, baik secara internal maupun eksternal. Kinerja yang demikian akan terjadi apabila sekolah tersebut merupakan sekolah yang efektif yang dapat mencapai visi-misi-tujuan sekolah. Hasil akreditasi yang mnggambarkan kinerja sekolah merupakan indikator sekolah efektif. Oleh karena itu, kegiatan akreditasi dapat membangun keefektifan suatu sekolah.

Sehubungan dengan kedua peran tersebut, akreditasi memiliki fungsi mendorong sekolah-sekolah untuk memberikan layanan prima terhadap siswa-siswa sehingga lulusannya bermutu. Fungsi-fungsi akreditasi yang berkaitan dengan sekolah efektif diantaranya adalah sebagai berikut: (a) untuk pengetahuan, yakni dalam rangka mengetahui bagaimana kelayakan & kinerja sekolah dilihat dari berbagai unsur yang terkait, mengacu kepada baku kualitas yang dikembangkan berdasarkan indikator-indikator praktik baik sekolah, (b) untuk akuntabilitas, yakni agar sekolah dapat mempertanggungjawabkan apakah layanan yang diberikan memenuhi harapan atau keinginan masyarakat, dan (c) untuk kepentingan pengembangan, yakni agar sekolah dapat melakukan peningkatan kualitas atau pengembangan berdasarkan masukan dari hasil akreditasi.

Penutup
Berdasarkan uraian peranan akreditasi dapat disimpulkan bahwa akreditasi merupakan kegiatan untuk membangun sekolah efektif. Hasil akreditasi dipergunakan sekolah untuk meningkatkan layanan pendidikan dengan prinsip perbaikan yang berkesinambungan sampai dicapai hasil yang optimal. Pengakuan akreditasi menandakan tingkat kelayakan sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan. Sesuai dengan Permendikbud Nomor 13 tahun 2018, apabila suatu sekolah tidak terakreditasi maka sekolah tersebut harus menggabung atau bahkan ditutup. Dengan demikian, akreditasi memiliki peranan penting dalam membangun sekolah efektif.

Daftar Pustaka

Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 13 Tahun 2018;
Satori, S (2000).Implementasi Manajemen Mutu di Sekolah. Bandung: RosdaKarya Remaja
Sudrajat, Ahmad. (2014). Sekilas Tentang Akreditas Sekolah. Yogyakarta: Liberty.
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003

8 tanggapan pada “Akreditasi Sekolah: Membangun Sekolah Efektif”

  1. Setiap sekolah akan berupaya keras untuk mencapai Akreditasi “A”, bahkan ditempuh melalui cara-cara instant seperti penyiapan dokumen pendukung yang lengkap, ……..
    Menarik untuk diteliti lagi pak Aan.

  2. Semoga hasil akreditasi tdk sekedar status sj, tetapi sesuai dg tujuan akreditasi.
    Semoga sukses pak Aan….

  3. Pertanyaanya adalah apakah semua sekolah yang terakreditasi baik A ataupun B benar benar menjalankan standar manajemen yang telah tertuang dalam 8 standar nasional pendidikan, karena pada kenyataannya hampir semua sekolah baru sibuk menyusun perangkat akreditasi pada saat mendekati proses akreditasi sedangkan pada saat sebelum akreditasi jarang sekali pihak yang berwenang untuk memberikan arahan dan pengawasan yang datang ke sekolah untuk melihat apakah sekolah tersebut benar2 telah menjalankan kegiatan 8 SNP tersebut

    1. Selama proses akreditasi mengikuti prosedur yang ditentukan, saya yakin dengan hasilnya. Akreditasi adalah salah satu bentuk penilaian kelayakan suatu sekolah, yang dilakukan oleh pihak eksternal sekolah secara priodik. Di sekolah dapat menerapkan SPMI (sistem penjaminan mutu internal), sebagai upaya sekolah menjamin keterlaksanaan dan ketercapaian 8 SNP. Kepemimpinan dan partiisipasi, ketrbukaan dan akuntabilitas, mempengaruhi keterlaksanaan sistem mutu sekolah. Praktik baik akreditasi sekolah akan menggugah sekolah untuk lebih baik lagi pada masa mendatang

Tinggalkan Balasan