Visitasi Akreditasi Sekolah: Bagian kedua dari Tiga Tulisan

Setelah ‘break’ di hari Rabu, selanjutnya di hari Kamis dan Jumat meneruskan kunjungan ke sekolah di wilayah Way Kanan. Perjalanan menggunakan kendaraan roda empat selama lebih dari 2 jam. Kali ini yang divisitasi sekolah dasar di daerah Datar Bancong. Suasana terasa sepi dan dingin, dikarenakan guru-guru hanya berjumlah enam orang ditambah ketegangan sekolah menunggu kedatangan asesor. Setelah sampai di sekolah, langsung melakukan verifikasi sarana dan prasarana, mengecek satu persatu ruangan kelas, jamban, dan perpustakaan yang juga di dalamnya ada ruang UKS dan tak lupa untuk memfoto keadaan ruang. Setelah selesai, baru dilaksanakan pertemuan awal akreditasi dengan memverifikasi dan validasi dokumen serta memantau guru mengajar.

Sesi berikutnya setelah temu awal, dilangsungkan verifikasi dokumen untuk validasi isian DIA sekolah. Kesan yang tertangkap, sekolah begitu apa adanya tanpa persiapan yang seksama. Kemungkinan sekolah belum memahami dengan baik, arti akreditasi sekolah dan pentingnya status akreditasi sebagai pengendalian mutu sekolah secara eksternal. Fakta yang menarik dari cara dan teknik mengajar guru, telah tampak implementasi pendidikan karakter dan literasi sekolah. Guru (semua perempuan) mengajar telah menunjukkan karakteristik pembelajaran kurikulum 2013.

Kesungguhan mendidik tampak pada semua guru dan kepala sekolah, pada kondisi minimalis. Ke depan, sekolah ini perlu perhatian lebih dari pihak-pihak terkait seperti pemeritah daerah (Disdikbud), kepala sekolah dan dewan guru, serta masyarakat. Kepemilikan lahan dan pengelolaannya perlu kejelasan dari pihak terkait agar di kemudian hari tidak timbul masalah kepemilikan tanah. Semoga visitasi akreditasi menjadi titik awal perbaikan dan peningkatan 8 standar nasional pendidikan. Semoga!

Tinggalkan Balasan