Kepengawasan Model “Gotong Royong”

“Hanya tiga orang guru saja yang tahu Rencana Kegiatan Sekolah, apalagi Rencana Kerja Anggaran Sekolah,” kata salah seorang guru ketika melakukan diskusi pada saat supervise manajerial di suatu sekolah. “Terus, apa guru-guru yang lain tahu tentang rencana sekolah atau biaya kegiatan yang direncanakan?” “Iya… gitu deh pak” jawab salah satu guru sambil senyum-senyum

Sekelumit percakapan di atas mengarahkan kepada fakta bahwa pada umumnya sekolah-sekolah kurang melibatkan guru-guru dalam perencanaan sekolah. Terdorong oleh kenyataan itu, saya menerapkan suatu model kepengawasan yang dapat mengarahkan KepalaSekolah agar mengikutsertakan seluruh warga sekolah untuk bahu- membahu, bersama-sama membangun sekolah agar menjadi efektif dengan sebutan Kepengawasan pendidikan Model ”Gotong Royong”.

Setelah dua tahun penerapan Model “Gotong Royong”, sekolah-sekolah menunjukkan perbaikan pengelolaan sekolah seperti yang ditunjukkan oleh fakta-fakta:
 Rencana Kerja Sekolah (RKM) dan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) di restrukturasi dengan melibatkan
warga sekolah seperti guru, komite, kepala sekolah dan pengawas sekolah;
 PeningkatanPerandanTanggungjawab Guru dalamKegiatanPendidikan di Sekolah
 GerakansekolahuntukMeningkatkanPenerapanPendidikanKarakter, LiterasidanEkstraKurikuler;
 Kualitas RPP danPenilaian yang Dilaksanakan Guru semakinMeningkat
 Sarana dan prasarana yang semakin lengkap,

Dampak dari Praktik baik selama ini, telah memberikanlan dasar kerangka untuk membangun sekolah efektif yaitu transparansi, partisipasiaktif, dan akuntabilitas sebagai landasan membangun sekolah efektif secara bergotongroyong. Selanjutnya agar kerangka ini menjadi suatu ‘bangunan’ sekolah efektif diperlukan upaya keras dari kepala sekolah dengan melibatkan guru-guru untuk membangun sekolah efektif. Peran dan tanggungjawab saya sebagai pengawas Pembina sangat penting, dengan melakukan pemantauan, pengarahan, bimbingan dan evaluasi untuk menjamin keberlanjutan praktik baik pengelolaan sekolah binaan menjadi sekolah efektif yang pada akhirnya akan melahirkan lulusan yang bermutu.

Tinggalkan Balasan