Medan Punya Cerita: Pelatihan Calon Pelatih Pendidikan Keluarga

Apa Awalnya Cerita?

WhatsApp Image 2019-06-28 at 09.23.21Kegiatan Pelatihan Calon Pelatih (PCP) angkatan II diselenggarakan di Medan Sumatera  Utara, 24 – 28 Juni 2019 Hotel Polonia Medan dengan jumlah peserta 101 orang. Serangkaian kegiatan yang membahas modul tentang pendidikan keluarga dilaksanakan melalui metode dan teknik fasilitasi yang menyenangkan membuat seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Pada praktek fasilitasi, masing-masing tim kabupaten diberikan tugas 2 – 3 materi yang harus dipraktekkan di antara peserta dalam kelas masing-masing, yaitu kelas A, B, C, D, E, F, dan G. Apresiasi luar biasa disampaikan kepada seluruh Panitia, yang menghadirkan fasilitator yang luar biasa pada materi Public Speaking dan Mendidik Anak di Era Digital yang memberikan kesan luar biasa intensnya Kemdikbud untuk mencapai keberhasilan program pelibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan.

Apa Yang Dilatihkan pada PCP Medan?

Screenshot_302017Materi yang dilatihkan kepada peserta sebagai calon pelatih berdasarkan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan. Pelibatan Keluarga adalah proses dan/atau cara keluarga untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan nasional. Tujuan (Pasal 2 Permendikbud 30/2017) Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan  adalah : a. meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab bersama antara Satuan Pendidikan, Keluarga, dan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pendidikan; b. mendorong Penguatan Pendidikan Karakter Anak; c. meningkatkan kepedulian Keluarga terhadap pendidikan Anak; d. membangun sinergitas antara Satuan Pendidikan, Keluarga, dan Masyarakat; dan e. mewujudkan lingkungan Satuan Pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Pasal 6 menjelaskan bentuk keterlibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan dapat berupa: a. menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan; b. mengikuti kelas Orang Tua/Wali; c. menjadi narasumber dalam kegiatan di Satuan Pendidikan; d. berperan aktif dalam kegiatan pentas kelas akhir tahun pembelajaran; e. berpartisipasi dalam kegiatan kokurikuler, ekstra kurikuler, dan kegiatan lain untuk pengembangan diri Anak; f. bersedia menjadi aggota Komite Sekolah; g. berperan aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Komite Sekolah; h. menjadi anggota tim pencegahan kekerasan di Satuan Pendidikan; i. berperan aktif dalam kegiatan pencegahan pornografi, pornoaksi, dan penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA); dan j. memfasilitasi dan/atau berperan dalam kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter Anak di Satuan Pendidikan. Secara lengkap untuk membaca Permendikbud 30/2017 dapat didownload di sini .

WhatsApp Image 2019-06-27 at 13.19.42Teknik fasilitasi untuk pembelajaran orang dewasa juga dilatihkan melalui praktik fasilitasi. Metoda dan teknik fasilitasi dibahas secara menarik oleh Instruktur Nasional, kemudian peserta memilih dan menentukan metode dan teknik fasilitasi yang sesuai dengan materi yang dipraktikkan. Pelaksanaan praktik fasilitasi diharuskan menerapkan dan menyelipkan energiezer atau icebreaking agar pelaksanaan fasilitasi menyenangkan. Setelah selesai semua peserta praktik, paling sedikit masing-masing peserta memperoleh pengalaman mempraktikkan paling sedikit 15 energiezer yang berbeda untuk dijadikan bekal melaksanakan kegiatan Bimtek di kabupaten masing-masing.

Selanjutnya Apa?

Screenshot_13SDSelesai mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus sebagai pelatih, tentu memiliki hak dan kewajiban menjadi Fasilitator pada Bimtek Pelibatan Keluarga yang diselenggarakan oleh masing-masing Kabupaten/Kota tempat asal peserta. Setiap pelatih juga memiliki kewajiban menyebarluaskan konsep dan kegiatan pelibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan sesuai profesi peserta masing-masing.  Setiap peserta pelatihan, memiliki kewajiban mendampingi sekolah-sekolah (SD sd SMA) untuk merencanakan kegiatan pelibatan keluarga apabila diminta oleh penyelenggara sekolah untuk mendampingi pelaksanaan kegiatan keterlibatan keluarga pada lembaganya. Permendikbud Nomor 3 Tahun 2019 tentang Juknis BOS tahun 2019 pada Lampiran I diatur pembiayaan kegiatan pelibatan keluarga di sekolah yaitu untuk SD/MI di halaman 26,  SMP/MTs ada di halaman 36, dan SMA/MA ada di halaman 47 pada bagian Pengelolaan Sekolah bagian j.  Lebih lengkap untuk membaca Petunjuk Teknis BOS Reguler dapat didownload di sini. 

Demikian sekelumit cerita dari Medan dalam mengikuti kegiatan Pelatihan Calon Pelatih (PCP) Pendidikan Keluarga Angkatan II tahun 2019. Semoga Bermanfaat (Aan Sururi, Lampung Utara)

 

Tinggalkan Balasan