Mengintip Kurikulum Baru: Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran (Tulisan Kedua berdasarkan Kepmendikbudristek 371/M/2021)

Prakata: Kurikulum Baru (Prototipe) memberikan ruang yang luas bagi Satuan Pendidikan untuk mengembangkan kurikulum operasional sesuai kondisi sekolah yang ada. Bisa jadi, antar satuan pendidikan sejenis di satu daerah berbeda kurikulum operasional misalnya mata pelajaran A di satuan pendidikan B diberikan di semester ganjil sementara pada satuan pendidikan lainnya diberikan di semester genap. Hal ini memungkinkan dikarenakan pada struktur kurikulum yang ditetapkan pemerintah diberikan alokasi waktu per tahun, dan satuan pendidikan leluasa mengatur kapan dan bagaimana suatu mata pelajaran diterapkan di sekolah masing-masing dengan syarat peserta didik memenuhi capaian pembelajaran sesuai fase yang telah ditetapkan.

Kesannya sederhana dan ada pengurangan materi pelajaran, namun dalam pratiknya satuan pendidikan akan mengalami kesulitan dikarenakan selama ini Struktur Kurikulum telah ditentukan mata pelajaran, materi dan waktu pemberiannya per semester. Kemdikbudristek memang menyiapkan model kurikulum operasional sebagai contoh bagi satuan pendidikan, namun contoh kurikulum ini justeru dijadikan kurikulum sekolah tanpa banyak mengalami penyesuaian. Alih-alih ingin memberikan otonomi kurikulum (merdeka belajar) agar satuan pendidikan mengembangkan diri sesuai potensi yang dimiliki malahan tetap satuan pendidikan menerapkan kurikulum contoh sebagai kurikulum operasional.

Capaian Pembelajaran: Salah satu tujuan utama pendidikan Indonesia adalah “Membangun pelajar Indonesia yang memiliki jiwa Pancasila dan memiliki keterampilan abad 21”. Untuk mencapainya, maka orang tua, guru, siswa, dan semua pemangku kepentingan perlu mendapatkan pemahaman yang sama tentang pengetahuan, sikap dan keterampilan yang  hendaknya dicapai oleh anak dalam setiap tahapan perkembangan usianya. Dalam kurikulum Baru, untuk mencapai tujuan tersebut disusun capaian pembelajaran yaitu suatu ungkapan tujuan pendidikan, yang merupakan suatu pernyataan tentang apa yang diharapkan diketahui, dipahami, dan dapat dikerjakan oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu periode belajar.  Dalam dokumen CP terdapat empat komponen, diantaranya:

  1. Rasional Mata Pelajaran: Memuat alasan pentingnya mempelajari mata pelajaran tersebut dan keterkaitan antara mata pelajaran dengan salah satu (atau lebih) Profil Pelajar Pancasila. Untuk SLB rasional mata pelajaran juga dikaitkan dengan keterkaitan mata pelajaran untuk menunjang keterampilan fungsional anak dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Tujuan Mata Pelajaran: Kemampuan atau kompetensi yang perlu dicapai peserta didik setelah mempelajari mata pelajaran tersebut.
  3. Karakteristik Mata Pelajaran: Deskripsi umum tentang apa yang dipelajari dalam mata pelajaran serta elemen-elemen (strands) atau domain mata pelajaran dan deskripsinya.
  4. Capaian Pembelajaran Setiap Fase: Deskripsi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi umum. Selanjutnya diturunkan menjadi capaian pembelajaran menurut elemen yang dipetakan menurut perkembangan siswa. Pembagian fase dalam CP dapat digambarkan sebagai berikut:
    1) Fase A : Pada umumnya SD Kelas 1-2
    2) Fase B : Pada umumnya SD Kelas 3-4
    3) Fase C : Pada umumnya SD Kelas 5-6
    4) Fase D : Pada umumnya SMP Kelas 7-9
    5) Fase E : Pada umumnya SMA Kelas 10
    Untuk SLB CP didasarkan pada usía mental yang ditetapkan berdasarkan hasil asesmen. Pembagian fase dapat digambarkan sebagai berikut:
    1) Fase A : Pada umumnya usía mental (≤7 tahun)
    2) Fase B : Pada umumnya usía mental (±8 tahun)
    3) Fase C : Pada umumnya usia mental (±8 tahun)
    4) Fase D : Pada umumnya usía mental (±9 tahun)
    5) Fase E : Pada umumnya usía mental (±10 tahun)
    6) Fase F : Pada umumnya usía mental (±10 tahun)

Tujuan Pembelajaran: Tujuan Pembelajaran (TP) merupakan deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran, disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju Capaian Pembelajaran (CP). Rumusan tujuan pembelajaran tidak hanya mencakup tahapan kognitif (mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta) dan dimensi pengetahuan (faktual, konseptual, procedural, metakognitif) tetapi juga mengikutsertakan perilaku capaian seperti kecakapan hidup (kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif) serta profil pelajar Pancasila (Beriman, berkebinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri). Secara operasional komponen Tujuan Pembelajaran dapat memuat tiga aspek antara lain: Kompetensi, konten, dan variasi.

Kompetensi adalah kemampuan yang dapat didemonstrasikan oleh siswa atau diaktualisasikan dalam bentuk produk atau kinerja (abstrak dan konkret) yang menunjukkan siswa telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Gunakan Kata Kerja Operasional dapat diamati, mengacu pada Taksonomi Bloom yang direvisi. Contoh: Peserta didik dapat menyajikan solusi utk menangani perubahan kondisi alam dipermukaan bumi akibat faktor manusia. Konten yaitu ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang diperoleh siswa melalui pemahaman selama proses pembelajaran di akhir satu unit pembelajaran. Variasi adalah sebuah keterampilan berpikir apa saja yang perlu dikuasai siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan tingkat tinggi, seperti mengevaluasi, menganalisis, memprediksi, menciptakan, dan lain sebagainya. Keterampilan berpikir apa saja yg perlu dikuasai siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran? Gunakan keterampilan berpikir yang bervariasi terutama HOTS. Sebagai contoh konsep tujuan pembelajaran seperti pada gambar di bawah ini

Alur Tujuan Pembelajaran: adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase secara utuh dan menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur ini disusun secara linear sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari untuk mengukur CP. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Prinsip Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran antara lain: (a) perumusan dan penyusunan Alur dan Tujuan Pembelajaran berfungsi mengarahkan guru dalam merencanakan, mengimplementasi dan mengevaluasi pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara sistematis, konsisten, terarah dan terukur. b. penggunaan kata kerja operasional dalam rumusan tujuan pembelajaran memfasilitasi guru dalam mengidentifikasi indikator atau kegiatan/aktivitas pembelajaran yang tentunya sangat terkait dengan pemilihan materi ajar dan jenis evaluasi pembelajaran baik formatif maupun sumatif.

Apa saja langkah-langkah yang menjadi Prosedur dalam Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran? Ada tujuh langkah-langkah yang menjadi prosedur dalam Penyusunan Alur . Tujuan Pembelajaran antara lain:

  1. Melakukan analisis Capaian Pembelajaran yang memuat materi dan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap
  2.  Identifikasi kompetensi-kompetensi di akhir fase dan kompetensikompetensi sebelumnya yang perlu dikuasai peserta didik sebelum mencapai kompetensi di akhir fase.
  3. Melakukan analisis setiap elemen dan atau subelemen Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan mata pelajaran dan Capaian Pembelajaran pada Fase tersebut. Ada enam dimensi, yaitu: beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha, Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bergotong-royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif.
  4. Berdasarkan identifikasi kompetensikompetensi inti di akhir fase, rumuskan tujuan pembelajaran dengan mempertimbangkan kompetensi yang akan dicapai, pemahaman bermakna yang akan dipahami dan variasi keterampilan berpikir apa yang perlu dikuasai siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  5. Setelah tujuan pembelajaran dirumuskan, susun tujuan pembelajaran secara linear sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari.
  6. Tentukan lingkup materi dan materi utama setiap tujuan pembelajaran (setiap tujuan pembelajaran dapat memiliki lebih dari satu lingkup materi dan materi utama).
  7. Berdasarkan perumusan TP tentukan jumlah jam pelajaran yang diperlukan. Contoh: TP untuk mencapai suatu kompetensi pengetahuan 120 menit, keterampilan 480, dan sikap 120 menit.

Ada lima macam prinsip-prinsip Pembelajaran antara lain:

  • Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakter dan perkembangan mereka.
  • Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas belajar peserta didik dan kapasitas mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, mendorong pengembangan kapasitas belajar.
  • Kegiatan belajar mendukung perkembangan kognitif dan karakter peserta didik secara berkelanjutan dan holistik.
  • Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks kehidupan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.
  • Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Penutup: Demikian tulisan tentang tujuan dan alur tujuan pembelajaran dalam Kurikulum Prototipe (Paradigma Baru) Sebelum menerapkan kurikulum ini, dipastikan terlebih dahulu perubahan cara berpikir dan cara mengelola sekolah oleh Kepala Sekolah. Diperlukan kepala sekolah dan Guru yang mandiri, kreatif dan inovatif. Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan