Pengembangan Soal Hots

Kompetensi Dasar (KD) pada kurikulum 2013 untuk semua mata pelajaran SMP telah dirumuskan sesuai proses berfikir penalaran (C4 – C6) yaitu menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Hal ini sesuai dengan keterampilan abad 21 yang harus dikuasi oleh peserta didik untuk menghadapi permasalahan hidup kelak. Pembelajaran oleh peserta didik juga harus menerapkan model-model pembelajaran yang memungkinkan tumbuh kembang: transfer knowledge, critical tinking, creat and problem solving. Teori-teori pembelajaran, mengungkapkan bahwa pembelajaran yang memberikan dampak berkembangnya keterampilan berpikir tingkat tinggi karena pendidik selalu menerapkan salah satu model pembelajaran discovery learning, inquiry, problem based learning, dan project based learning. Keberhasilan pembelajaran oleh pendidik juga harus didukung oleh penilaian yang mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), yaitu dengan memberikan soal-soal Hots. Pendidik dituntut untuk mampu menyusun penilaian dengan menggunakan soal-soal Hots. Oleh karena itu, pendidik harus mampu membuat soal-soal hots.

Langkah-langkah penyusunan soal Hots, dapat dijelaskan pada diagram alir di bawah ini

Diagram Alir Hots

Analisis Kompetensi dasar harus dilakukan oleh pendidik agar mengetahui target KD masuk pada proses berpikir C4 – C6. Soal-soal Hots masuk pada Level 3 (L3) yaitu soal penalaran, sedangkan Level 2 (L2) untuk soal-soal aplikasi (C3) dan Level 1 (L1) untuk soal-soal yang mengukur pengetahuan dan pemahaman ( C1 dan C2). Sebagai contoh dapat dilihat pada gambar analisis KD matematika di bawah ini:

analisis kd u hots

Analisis dilakukan untuk seluruh KD, kemudian pilih KD yang memiliki kata kerja menganalisis, membandingkan, membedakan, atau menyajikan untuk dibuatkan soal Hots-nya. Pada contoh di atas, diambil KD: menganalisis perbandingan senilai dan berbalik nilai dengan menggunakan tabel data, grafik, dan persamaan. Berikutnya menyiapkan stimulus soal dapat berupa tabel data, grafik, gambar, wacana, kasus kontekstual, atau cerita. Tidak mudah untuk membuat atau menyusun stimulus soal, diperlukan upaya pendidik untuk meningkatkan literasi dengan cara banyak membaca, berdiskusi dengan teman sejawat, mengikuti seminar, atau sering mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi.

Stimulus soal harus memiliki relevansi dengan soal yang dibuat, jangan sampai sekedar paparan tanpa berhubungan sama sekali. Sebagai contoh salah satu stimulus untuk perbandingan yaitu: “Lama waktu  membangun dua rumah yang berbeda dengan jumlah pekerja serta waktu menyelesaikannya”.  Indikator soalnya: Disajikan masalah kontekstual tentang lama membangun rumah, Peserta didik mampu menentukan lama membangun rumah jika di bulan ketiga sejumlah pekerja di rumah A pindah kerja ke rumah B.

Rumusan soalnya:

Rumah A dengan luas lantai 56 m2 dikerjakan oleh 20 pekerja dan diperkirakan  selesai 9 bulan. Rumah B dengan luas 63 m2 dikerjakan oleh 25 orang pekerja dan diperkirakan selesai 10 bulan.  Kedua rumah dibangun pada saat bersamaan, tetapi setelah tiga bulan berjalan, 5 orang pekerja Rumah A pindah bekerja  membangun rumah B. Pada bulan ke berapa rumah A dan rumah B selesai semenjak perpindahan 5 orang pekerja?

Silakan dicermati dan cobalah untuk menyusun soal untuk KD berikutnya. Selamat belajar

Tinggalkan Balasan