Persiapan Penerapan Kenormalan Baru di Satuan Pendidikan. Apa yang Harus dipersiapkan?

Prakata

TahunPelajaran Baru di sekolah di mulai pada tanggal 13 Juli 2020, namun kedaruratan Pandemi Covid-19 belum dinyatakan berakhir dan sesuai keputusan empat Menteri, penyelenggaraan pembelajaran di sekolah sekitar 91% dari jumlah sekolah di Indonesia harus tetap belajar di rumah (BDR). Hanya sekolah yang berada di Zona Hijau yang boleh menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan syarat protokol kesehatan yang ketat. Bagaimana dengan sekolah yang berada di Zona selain hijau? Tegas pada peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dinyatakan di larang menyelenggarakan belajar tatap muka di sekolah. Oleh sebab itu, tulisan ini dibuat untuk mencoba memberikan petunjuk bagaimana seharusnya sekolah (guru) mengahadapi masa Pandemi Covid-19 pada tahun Pelajaran yang baru.

Apa Dasarnya?

  1. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 01/KB/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor HK.03.01/Menkes/363/2020 dan Nomor 440-882 tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun 2020/2021 dan tahun Akademik 2020/2020 di Masa Pandemi Covid-19
  2. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19
  3. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19

Ketentuan Umum apa Yang harus dipatuhi Satuan Pendidikan  (Sekolah) dalam menyelenggarakan Pendidikan?

  1. Penyelenggaraan Pendidikan harus memperhatikan dan mengutamakan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik dan tenaga
  2. Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah pada Tahun Pelajaran 2020/2021 dimulai pada bulan tanggal 13 Juli 2020, atau sesuai dengan kalender pendidikan yang telah ditetapkan (tidak ada penundaan Tahun Pelajaran Baru hingga Januari 2021).
  3. Selama masa pandemi COVID-19 belum berakhir, dan belum dinyatakan sebagai Zona Hijau oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 proses pembelajaran dilakukan secara daring atau belajar dari rumah (BDR).
  4. Ketentuan pemberlakuan penyelenggaraan Pendidikan Sekolah dari BDR menjadi Tatap Muka berdasarkan Keputusan Kepala Daerah
  5. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten hendaknya memantau, mengevaluasi, secara intensif keberlangsungan Sekolah selama masa pandemi COVID-19 belum berakhir, sampai kondisi normal kembali.
  6. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten memfasilitasi peningkatan efektivitas pembelajaran daring dengan mengusahakan aplikasi (e-learning), pelatihan pembelajaran daring, baik bagi tenaga pendidik maupun orang tua atau wali murid
  7. Sekolah membentuk tim Information Technology (IT) dalam rangka meningkatkan kualitas BDR dan mengadakan berbagai pelatihan daring untuk tenaga pendidik dan Pamong
  8. Sekolah membangun komunikasi dengan orang tua dan peserta didik dalam hal mempersiapkan mental untuk keberlanjutan proses pembelajaran jarak jauh, mengenali individu dalam keluarga yang dapat secara langsung membantu peserta didik dalam proses pembelajaran jarak jauh.
  9. Sekolah menentukan teknologi, media dan sumber daya yang tersedia bagi guru/ustadz dan peserta didik/santri yang meliputi bahan pembelajaran cetak, audio, radio, video, TV, berbasis komputer, berbasis internet, berbasis telepon, dengan memperhatikan kemudahan dan akses bagi peserta didik
  10. Sekolah membangun komunikasi dan kerjasama dengan orang tua terkait jadwal, pengerjaan tugas, termasuk monitoring dan evaluasi aspek afektif dan psikomotorik peserta didik

Peran Pelaksana Penyelenggaraan Pendidikan di Sekolah dan Kelompok Belajar

Peran Pengawas Sekolah

  1. Memastikan penyelenggaraan pendidikan di sekolah binaan pada masa Pandemi Covid-19 berdasarkan kebijakan pemerintah dan mengutamakan kesehatan serta keselamatan peserta didik dan stakeholder seluruh sekolah
  2. Memastikan sekolah binaan melaksanakan layanan pendidikan berkualitas melalui pendampingan akademik dan manajerial secara daring maupun luring dengan protokol kesehatan
  3. Melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial secara digital pada sekolah binaan
  4. Melaporkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah dalam masa Pandemi Covid-19 kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan secara berkala

Peran Kepala Satuan Pendidikan 

  1. Menetapkan model pengelolaan satuan pendidikan selama BDR, diantaranya: (a) Bekerja dan mengajar dari rumah bagi guru dan tenaga kependidikan; (b) Menentukan jadwal piket pendidik dan tenaga kependidikan; (c) Memastikan sistem pembelajaran yang terjangkau bagi semua peserta didik termasuk peserta didik penyandang disabilitas.
  2. Membuat rencana keberlanjutan pembelajaran sampai dengan  akhir semester Ganjil Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan            mengoordinir para guru untuk berkreasi menggunakan bahan ajar yang terdiri dari: (a) Instruksi dan materi pembelajaran daring dengan menggunakan media dan sumber belajar daring; (b) Instruksi dan materi pembelajaran luring dengan menggunakan televisi, radio, buku, dan modul pembelajaran mandiri peserta didik; (c) Intruksi untuk melakukan adaptasi materi pembelajaran untuk peserta didik penyandang disabilitas
  3. Melakukan pembinaan dan pemantauan kepada guru melalui laporan pembelajaran yang dikumpulkan setiap minggu
  4. Membuat program pengasuhan untuk mendukung orang tua/wali dalam mendampingi peserta didik belajar, minimal satu kali dalam satu minggu.
  5. Memberikan laporan secara berkala kepada dinas pendidikan dan kebudayaan yang terkait dengan
    • Kondisi kesehatan warga satuan pendidikan.
    • Metode pembelajaran jarak jauh yang digunakan (daring/luring/kombinasi daring dan luring).
    • Jumlah peserta didik yang belum bisa terlayani.
    • Kendala pelaksanaan BDR.
    • Praktik baik dan capaian hasil belajar peserta didik

Peran Pendidik/Pamong Belajar Pada Satuan Pendidikan Dasar

  1. Melibatkan peserta didik untuk terus belajar baik secara mandiri dan terbimbing.
  2. Menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan infrastruktur wilayah, serta kondisi perekonomian peserta didik/santri.
  3. Menentukan materi esensial BDR untuk pembelajaran jarak jauh dengan variasi kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas BDR tanpa dibebani capaian ketuntasan kurikulum.
  4. Mengidentifikasi karakteristik mata pelajaran yang akan diajarkan.
  5. Mendesain dan mensosialisasikan feedback pembelajaran kepada orang tua dan peserta didik.
  6. Menerapkan pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.
  7. Berkoordinasi secara intensif dengan kepala Sekolah dalam menyelaraskan konten yang tepat dan memastikan tenaga pendidik mendapatkan update terkini terkait kebijakan kurikulum dan lainnya.
  8. Senantiasa menunjukkan sikap optimisme dan gembira agar semangat dan kepercayaan diri peserta didik/santri tumbuh serta tidak terbebani dengan rasa takut yang berlebihan.

Peran peserta didik dalam Pembelajaran Belajar Dari rumah (BDR)

  1. Menyiapkan diri dan sumber belajar yang dibutuhkan.
  2. Mengkomunikasikan kesulitan belajar yang dihadapi kepada guru dan orang tua.
  3. Melaksanakan belajar dari rumah dengan rasa senang dan gembira.

Peran orang tua wali murid dalam Pembelajaran Belajar Dari rumah (BDR)

  1. Menjalin komunikasi dengan guru/pamong mengenai desain pembelajaran yang akan digunakan.
  2. Menyediakan sumber dan fasilitas belajar yang dibutuhkan peserta didik dalam pembelajaran.
  3. Membantu peserta didik dalam melakukan pembelajaran.
  4. Memonitor pelaksanaan BDR.

Materi Pembelajaran Belajar Dari rumah (BDR)

  1. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan mengacu pada Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang tertuang pada kurikulum di sekolah saat kondisi normal.
  2. Penilaian pembelajaran mengacu pada standar kriteria minimal yang digunakan sekolah untuk menilai ketuntasan belajar peserta didik/santri.
  3. Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) disesuaikan dengan karakteristik kecerdasan intelektual dan emosional peserta didik
  4. Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kondisi ekonomi keluarga serta infrastruktur yang tersedia.
  5. Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) disesuaikan dengan hasil Diskusi Kelompok Terpimpin (GKT) dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)/Kelompok Kerja Guru (KKG), Kepala Sekolah (KS) dan Pengawas Sekolah (PS).
  6. Pelaksanaan pembelajaran teori dan praktik, perlu disesuaikan dengan mengacu pada arahan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)/Kelompok Kerja Guru (KKG), Kepala Sekolah (KS) dan Pengawas Sekolah (PS).
  7. Standar Kriteria Minimal (KKM) yang digunakan sekolah untuk menilai ketuntasan belajar peserta didik, perlu disesuaikan dengan mengacu pada arahan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)/Kelompok Kerja Guru (KKG), Kepala Sekolah (KS) dan Pengawas Sekolah (PS).

Desain Pembelajaran

             Pelaksanaan pembelajaran pada masa Pandemi Covid-19 yang belum berada di zona hijau, diselenggarakan secara jarak jauh oleh guru dari rumah dengan fasilitas daring, luring atau kombinasi keduanya sesuai kondisi dan ketersediaan sarana pembelajaran. Pendidik harus berkoordinasi dengan Kepala Satuan Pendidikan untuk (1) memastikan kompetensi pembelajaran yang ingin dicapai; (2) Menentukan metode dan interaksi yang dipakai dalam penyampaian pembelajaran melalui daring, luring, atau kombinasi keduanya; (3) Menentukan jenis media pembelajaran, seperti format teks, audio/video simulasi, multimedia, alat peraga, dan sebagainya yang sesuai dengan metode pembelajaran yang digunakan; dan (4) meningkatkan kapasitas dengan mengikuti pelatihan daring yang disediakan oleh pemerintah maupun lembaga nonpemerintah guna mendukung keterampilan menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh dari rumah. Kepala Satuan Pendidikan dan Pendidik bersama-sama memahami untuk menyelenggarakan pendidikan berdasarkan Pedoman Penyelenggaraan BDR dari Sekretaris Jenderal Kemdikbud Nomor 15 Tahun 2020. Adapun strategi pembelajaran selama masa Pandemi Covid-19 adalah:

  1. Pembelajaran Daring

Sumber belajar menggunakan jaringan internet. Pembelajaran dilakukan dengan media berbasis internet seperti Whatsapp, Google Classroom, Google Meeting, Webex, Zoom serta media belajar lainnya.

  1. Pembelajaran Luring

Sumber belajar tersedia dari lingkungan sekitar. Pembelajaran dilakukan dengan media buku paket, modul, Lembar Kerja Siswa (LKS) serta sumber belajar dari TV dan Radio. Pembelajaran dilakukan dengan menyesuaikan materi dengan jadwal tayang/siar, Pendidik ikut memandu secara offline.

Pelaksanaan pembelajaran di setiap satuan pendidikan, hendaknya dipersiapkan secara terencana dan terarah agar peserta didik dapat dipastikan memperoleh pembelajaran yang bermakna. Satuan pendidikan mempersiapkan kegiatan pembelajaran oleh pendidik dengan mengikuti mekanisme berikut:

  1. Pada awal minggu, Pendidik bersama-sama meninjau kurikulum berdasarkan arahan Kepala Satuan Pendidikan dan kebijakan daerah
  2. Analisis Kurikulum yang dilaksanakan oleh Pendidik menghasilkan pemetaan KD, strategi (daring/luring), media pembelajaran dan Penilaian
  3. Pendidik mengembangkan rencana mingguan baik pembelajaran daring atau luring, dan kombinasi keduanya
  4. RPP dikembangkan oleh Pendidik dan dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari Kepala Satuan Pendidikan
  5. Efektivitas pembelajaran harus dilaporkan secara berkala oleh Pendidik kepada Kepala Satuan Pendidikan
  6. Segala perubahan kebijakan dalam pembelajaran di rumah dilaksanakan oleh Satuan Pendidikan berdasarkan kebijakan teknis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten

Pemantauan dan Pengawasan Pelaksanaan Pembelajaran Satuan Pendidikan

     Pemantauan dan pengawasan dilaksanakan untuk memastikan pembinaan kepada satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran sesuai Petunjuk Teknis ini, agar peserta didik memperoleh pembelajaran yang bermakna.

  1. Kepala Satuan Pendidikan melakukan pemantauan, pengawasan, dan pembinaan kepada Pendidik dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan belajar dari rumah
  2. Pengawas Sekolah membimbing, membina dan mendampingi sekolah binaan agar dapat dipastikan penyelenggaraan belajar di rumah sesuai pedoman dan petunjuk teknis yang ada
  3. Dinas pendidikan dan Kebudayaan memantau dan mengevaluasi efektivitas penyelenggaraan belajar di rumah untuk memberikan fasilitasi yang diperlukan untuk menjamin kualitas pembelajaran di rumah

Tinggalkan Balasan