Ro (dibaca “R naught”) Salah Satu Indikator Pertimbangan Penerapan ‘New Normal’

Pendahuluan

Pemerintah telah mewacanakan ‘New Normal’, yaitu kenormalan baru dari suatu daerah yang terkena pandemi Covid-19 pada tanggal 26 Mei 2020, dengan berita bahwa Presiden meninjau kesiapan Kota Bekasi menuju penerapan New Normal.  Setelah itu, media elektronika dan media sosial ramai memberitakan ‘New Normal’ dari berbagai perspektif: kesehatan, ekonomi, sosial dan politik namun sedikit sekali ulasan berita mengapa ‘New Normal’ diberlakukan dari sudut indikator pemberlakuan New Normal. Salah satu indikator tersebut adalah Ro yang merupakan indeks rata-rata orang yang akan ditularkan oleh satu orang yang terinfeksi virus. Perkiraan WHO Ro global saat ini antara 1,4 sampai 2,5.

New Normal akan diberlakukan pada daerah yang telah siap, yaitu 4 Provinsi dan 25 Kota/Kabupaten, namun gaungnya seolah-olah akan diterapkan secara nasional. Padahal Pemerintah telah menentukan tiga indikator untuk menuju New Normal suatu daerah, yaitu Ro dan Rt, kesiapan fasilitas kesehatan, dan proporsi tes masif. Tulisan kali ini,  membahas salah satu indikator New Normal yaitu basic reproduction number (R0) atau yang dikenal juga sebagai basic reproductive rate Ro. Ro adalah angka yang menunjukkan daya tular virus corona dari satu kasus positif.

Apa itu Ro?

sumber: https://www.healthline.com/health/r-nought-reproduction-number

Ro (dibaca “R naught”) yaitu angka yang menunjukkan daya tular virus dari satu kasus positif atau basic reproduction number  atau   basic reproductive rateu. Perhitungan nilai Ro berdasarkan berbagai asumsi yang rumit yang diperkirakan dengan model matematika yang rumit yang dikembangkan menggunakan berbagai set asumsi. Di antara asumsi itu, ada 3 parameter yang kerap digunakan sebagai fungsi menurut artikel yang diterbitkan di jurnal Emerging Infectious Diseases tersebut, yakni:

  1. Lamanya penularan setelah seseorang terinfeksi.
  2. Kemungkinan infeksi per kontak (antara orang yang sudah terinfeksi dengan yang rentan terinfeksi).
  3. Tingkat kontak antarmasyarakat (biasanya ditambahkan parameter tambahan untuk menggambarkan siklus transmisi yang lebih kompleks).

Perkiraan WHO Ro global saat ini antara 1,4 sampai 2,5, sedangkan di Indonesia menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa, menyebut R0 Indonesia berada di angka 2,5-2,6. Artinya, 1 orang positif corona bisa menularkan ke 2 atau 3 orang lainnya. Sebagai contoh, misalkan Ro = 2 maka penyebaran virus apabila tidak ada intervensi apapun dari pemerintah akan nampak seperti gambar di bawah ini:

sumber: https://nationalgeographic.grid.id/read/132010218/apakah-virus-corona-bisa-menular-ketika-gejalanya-belum-tampak?page=all

Awalnya satu orang yang terinfeksi virus, dengan Ro=2, berikutnya akan menularkan kepada dua orang, dan seterusnya. Apabila digambar secara matematika akan berupa fungsi eksponen dengan bilangan pokok 2 yaitu f(x)= .  Pada putaran pertama baru satu orang, selanjutnya menjadi 3 orang, selanjutnya menjadi 7 orang, selanjutnya menjadi 15 orang, dan pada putaran ke lima banyaknya orang yang terinfeksi virus menjadi 47 orang. Bagaimana kalau di awal 10 orang, bahkan 100 orang?. Tentu saja pada putaran kelima akan membludak. Oleh karena itu, perlu disiplin diri dari masyarakat mengikuti protokol kesehatan.

Bagaimana Ro Indonesia pada tanggal 29 Mei 2020?

Seperti artikel yang dimuat di https://kumparan.com/kumparannews/belum-ada-satu-provinsi-pun-di-indonesia-yang-memenuhi-3-syarat-new-normal-1tVVZNtWuti, ternyata belum ada satupun provinsi yang memenuhi kriteria penerapan ‘New Normal’. Angka Ro masih di kisaran 0,8-0,9 mendekati 1, dan bila membandingkan dengan Thailand dan Vietnam yang berada  di kisaran angka 0,3 – 0,4.  Hal ini menandakan ke depan perlu kerjasama masyarakat untuk mengikuti dan melaksanakan protokol kesehatan, agar angka tersebut jauh di bawah satu. Masyarakat luas pun agar menyadari bahwa New Normal akan diterapkan secara bertahap bagi daerah yang memenuhi kriteria ‘New Normal’. Semoga virus corona segera pergi dari Indonesia, dan kita akan menjalani hidup normal kembali.

Tinggalkan Balasan