Alternatif Solusi Mengatasi Masalah Pendidikan di Daerah

Prakata: Tulisan ini pernah saya dan teman-teman sampaikan kepada Bapak Bupati Kabupaten tempat saya berdomisili dengan data yang spesifik sesuai fakta yang sebenarnya. Berikut tulisan yang telah disesuaikan dengan publikasi umum:

Bagaimana Solusi Alternatif untuk Memperbaiki Permasalahan Pendidikan?

Permasalahan pendidikan dari tahun ke tahun tak pernah terselesaikan, karena pendidikan akan selalu ada sepanjang manusia masih hidup di dunia. Permasalahan pendidikan selalu dinamis, satu masalah selesai kemudian menyusul masalah yang lain yang perlu segera diselesaikan, terus menerus seperti itu. Menurut hemat saya, permasalahan pendidikan paling tidak terkait dengan empat indikator masalah yaitu:

  1. Anggaran pendidikan dari APBD yang masih rendah
  2. Rendahnya kualitas pendidik dan tenaga kependidikan
  3. Kondisi Sarana Satuan Pendidikan, PKBM, LPK dan Paud
  4. Kualitas Lulusan Satuan Pendidikan

Sebagai alternatif solusi dari empat permasalahan di atas, berdasarkan berbagai sumber dan analisis menghasilkan beberapa rekomendasi umum sebagai berikut:

Indikator (1) : Anggaran Pendidikan Daerah

Persentase anggaran pendidikan dari APBD masih rendah

  • Meningkatkan partisipasi daerah terhadap pendanaan pendidikan melalui APBD Murni
  • Melibatkan dunia usaha melalui dana CSR untuk mengatasi kurangnya anggaran melalui Perda/Perbup
  • Kepala Dinas perlu mempunyai kompetensi berdasarkan data yang akurat dan menyusun program anggaran yang memiliki multiple effect
  • Penggunaan anggaran harus efektif, efisien, sesuai kebutuhan, dan berbasis data

Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

  • Penggunaan dana BOS harus berdasarkan kebutuhan dan kondisi sekolah (evaluasi diri)
  • Penyediaan web oleh Dinas Pedidikan yang terintegrasi dengan laman Kemdikbud agar penggunaan anggaran dapat mudah diakses oleh masyarakat

Keterlibatan Publik

  • Keengganan orang tua untuk berkontribusi karena ada istilah ‘sekolah gratis’ perlu didorong agar aktif berkiprah dalam komite sekolah
  • Sosialisasi dana desa untuk pendidikan

Perencanaan Anggaran

  • Memiliki standar dan target yang jelas dan terukur agar semua pihak memiliki persepsi yang sama sesuai cost real
  • Dinas Pendidikan bersama Para Pemangku Kepentingan Pendidikan membuat forum diskusi untuk mendiskusikan permasalahan prioritas dan solusi strategis yang kemudian didefinisikan kedalam perencanaan program dan anggaran
  • Mengalokasikan dan memprioritaskan alokasi anggaran pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan pengembangan pendidikan masing zona pendidikan dengan menggunakan prinsip pemerataan layanan dan mutu pendidikan

Indikator (2): Indikator Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Jumlah guru yang akan pensiun 5 tahun mendatang mengganggu keseimbangan kebutuhan tenaga pendidik

  • Pemerintah daerah melakukan rekrutmen dan seleksi guru kontrak daerah sesuai analisis kebutuhan, khususnya untuk mengganti guru yang akan pensiun
  • Pemerintah daerah mengusulkan formasi guru PNS ke Kemendikbud dan BKN sesuai analisis kebutuhan, khususnya untuk mengganti guru yang akan pensiun

Rasio guru dan siswa serta Kualitas Pendidik

  • Pemerintah daerah mengambil sikap terkait sekolah yang hanya memiliki siswa kurang dari 10 pada setiap kelas, baik menutup sekolah dan menyarankan siswa tersebut untuk bersekolah di sekolah lain atau membina sekolah tersebut agar mendapatkan siswa sesuai kondisi sekolah
  • Pemerintah daerah bersama DPR Daerah Komisi Pendidikan membuat aturan khusus terkait rotasi guru secara berkala, misalnya 3 atau 5 tahun sekali berdasarkan analisis kebutuhan sehingga semua guru pasti dirotasi dan mengurangi intervensi politik
  • Peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan

Indikator (3): Kondisi Satuan Pendidikan

Jumlah dan tingkat kerusakan ruang kelas

  • Dinas Pendidikan melakukan pendataan dan pemetaaan kondisi ruang kelas berdasarkan zona pendidikan. Sesuai dengan hasil pendataan dan pemetaan. Pemda memberikan prioritas alokasi anggaran kepada pembangunan maupun rehabilitasi ruang kelas berdasarkan kondisi ruang yang rusak berat
  • Menguatkan peran Gotong Royong tripusat pendidikan dalam zona dengan mendorong orang tua dan masyarakat membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan
  • Mengoptimalkan peran perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)
  • Mendorong Unit Layanan Pengadaan untuk merencanaan bantuan sekolah yang sesuai kebutuhan/data dan melibatkan masyarakat untuk memantau atau mengawal proses perencanaan sampai implementasi penyaluran bantuannya

Manajemen Satuan Pendidikan

  • Pengangkatan Kepala Satuan Pendidikan mengikuti aturan dan mekanisme pengangkatan kepala sekolah sesuai Permendikbud
  • Evaluasi kinerja kepala sekolah dilaksanakan secara objektif dan berkala yang hasilnya dapat digunakan untuk pembinaan, penguatan dan rotasi Kepala Sekolah

Indikator (4): Kualitas Satuan Pendidikan

Akreditasi Sekolah

  • Melakukan intervensi sesuai dengan hasil pemetaan mutu dan kebutuhan setiap sekolah pada masing-masing zona. Sehingga intervensi peningkatan SNP yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran dan dapat mempercepat peningkatan mutu melalui akreditasi.
  • Pemerintah daerah meningkatkan alokasi anggaran untuk membantu PAUD, LKP, dan PKBM yang belum terkakreditasi
  • Membina SDM pengelola PKBM secara maksimal oleh Dinas Pendidikan (Bid. PLS/PNFI)
  • Mengoptimalkan perhatian bagi perkembangan PKBM terkait sarpras

Partisipasi dan Kualitas Lulusan

  • APK lebih dari 100% berarti perlu Penyuluhan kepada orang tua untuk menyekolahkan anak sesuai usia sekolah berdasarkan peraturan perundang-undangan
  • Mengaktifkan MKKS/MGMP dan pertemuan profesi pendidik, tutor, pelatih, instruktur setiap wilayah dan antar zona agar membuat pertemuan secara berkala dengan mengoptimalkan ‘resource sharing’ untuk saling memotivasi, saling belajar khususnya dalam melakukan perbaikan mutu pembelajaran
  • Meningkatkan kualitas program pembinaan dan pelatihan guru, terutama pemahaman tentang kurikulum dan peningkatan mutu pembelajaran
  • Menerbitkan Perda tentang wajib belajar di rumah masing-masing

Tinggalkan Balasan