Lompat ke konten

Tak Ada KKM di Kurikulum Merdeka

Pada kurikulum 2013, ketercapaian belajar murid diukur dengan pemenuhan suatu kriteria yang berdasarkan intake, kompleksitas, dan sumber daya  yang disebut kriteria ketuntasan minimal (KKM). Praktiknya guru-guru lebih mementingkan ketercapaian KKM melalui asesmen akhir (Sumatif) terkadang melupakan asesmen proses pembelajaran. Dalam kurikulum Merdeka ketuntasan hasil belajar tidak lagi diukur dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang berupa nilai kuantitatif. Penilaian formatif pada pembelajaran dilakukan untuk mengidentifikasi ketercapaian tujuan pembelajaran. Guru diberikan keleluasaan untuk menentukan kreteria pencapaiannya.

Video tentang KKM

Pada Permendikbudritek Nomor 21 Tahun 2022, tentang standar penilaian disebutkan bahwa Penilaian formatif sebagaimana dimaksud bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran (Pasal 9 ayat 4). Kriteria pencapaian hasil belajar ditentukan guru dalam satuan pendidikan masing-masing. Pada pasal 1 ayat 2 jelas dinyatakan bahwa Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar dan capaian perkembangan atau hasil belajar peserta didik. Cara menilai ketercapaian tujuan belajar dilakukan oleh Pendidik dengan menggunakan beragam teknik dan/atau instrumen penilaian yang sesuai dengan tujuan belajar.

Untuk lebih jelasnya, silakan dianalisis standar penilaian yang baru pada link (DI SINI)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!