Terima Kasih Guru (Hari Guru 25 November 2019)

IMG20181116100829Hari Guru Nasional pada tahun 2019 mengusung tema “Guru Penggerak Indonesia Maju”, menyiratkan makna bahwa guru merupakan penggerak kemajuan yang telah dicapai Indonesia. Guru di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan berjumlah 2.729.285 orang dan apabila ditambah dengan jumlah guru Kemenag dan kedinasan yang lain diperkirakan berjumlah 3,5 jutaan.  Belum lagi jika diperhitungkan jumlah guru yang bergerak di lembaga pendidikan non formal dan informal. Sungguh Guru merupakan profesi dengan jumlah yang sangat besar, yang tersebar di seluruh pelosok negeri, seberang sungai dan lautan, pulau-pulau  terpencil, bahkan di atas gunung  tinggi dan rawan bencana, sepanjang terdapat pemukiman manusia yang menyelenggarakan pendidikan pasti Guru ada di sana. Apabila yang jutaan ini bergerak serentak untuk kemajuan Indonesia, tentu pencapaiannya luar biasa.

Guru sampai dewasa ini masih menjadi ujung tombak kemajuan pendidikan di Indonesia, bahkan perannya masih tetap dominan untuk keberhasilan pendidikan. Kemajuan teknologi yang dicapai sampai sekarang ini, peran mendidik dari Guru untuk menumbuh dan mengembangkan karakter peserta didik tak pernah tergantikan oleh teknologi media. Sayangnya keberhasilan mendidik ini jarang memperoleh perhatian, sebaliknya apabila ada penyimpangan dalam masyarakat Guru ikut disalahkan. Padahal dalam sistem pendidikan nasional, guru hanyalah salah satu sub sistem yang harus bergerak bersama-sama dengan sub sistem lain agar pendidikan nasional berhasil. Tak jarang, Guru menjadi komoditas politik dan objek kegiatan dari anggaran pendidikan yang diberi porsi cukup besar, 20% dari APBN. Apapun perubahan kebijakan pendidikan dari Kementerian, kurikulum atau apa saja yang terkait pendidikan sekolah, Guru akan terdampak dari perubahan tersebut. Misalnya, pergantian Menteri Pendidikan akan melahirkan kebijakan baru dan biasanya Guru dituntut untuk memposisikan diri mengikuti dan menyukseskan perubahan tersebut.  Apabila pergantian dan perubahan itu setiap 5 tahun sekali, dapat dibayangkan betapa sibuk serta ‘repotnya’ guru-guru Indonesia mengambil re-posisi sesuai arah kebijakan baru. Bukan kali ini saja, namun semenjak lama telah berlangsung.

Selama ini Guru tetap  mendidik, melatih dan mengajar peserta didik apapun perubahan kebijakan tersebut. Bahkan dengan imbalan yang minimalpun (bagi guru non pns), mereka tetap bekerja mendidik, melatih dan mengajar secara baik. Apresiasi seperti pemberian tunjangan Guru, asuransi kesehatan, atau penghargaan yang mengangkat harkat dan martabat guru, telah diberikan oleh pemerintah kepada Guru walaupun belum merata kepada seluruh guru Indonesia. Padahal ada Guru harus menempuh jarak yang begitu jauh ke sekolah, menempuh hutan belantara, ancaman gelombang laut bahkan ancaman keamanan ketika  mengajar di sekolah. Semoga ada kebijakan baru yang bersifat menolong dan memudahkan Guru berinovasi, berkreasi dan bekerja secara aman dan nyaman, sesuai sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan:download (1)pidatodownload (1)guru

Terima kasih Bapak dan Ibu Guru, jasamu tiada tara. Selamat hari Guru, semoga setiap Guru berbahagia berkreasi, bekerja dan mengabdi untuk kemajuan Indonesia. Sekali lagi selamat Hari Guru Nasional, 25 November 2019.

Tinggalkan Balasan