THR dan Tunjangan Guru Tahun 2020, Bagaimana untuk Guru Non PNS?

Di tengah terjadinya Pandemi Covid 19, ASN diberikan berita bahwa THR akan dibayarkan Pemerintah paling cepat 10 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Pada bulan Mei juga, bagi guru PNS yang telah bersertifikat akan dibayarkan juga tunjangan profesi guru. Pertanyaan yang muncul, bagaimana dengan guru non PNS?

Pada awal tahun 2020, terbetik kabar yang menyenangkan bahwa pembayaran honor guru non PNS bisa 50% dari dana BOS Reguler yang diterima. Seiringnya waktu dan terjadi Pandemi Covid-19, implementasi di tingkat sekolah ternyata tidak sesuai dengan aturan tersebut. Alih-alih akan naik, malah banyak sekolah yang tetap membayarkan honor seperti tahun-tahun sebelumnya dengan alasan kebutuhan sekolah. Padahal secara gamblang, dana BOS mengalami kenaikan dan dari kenaikan ini tentu bisa untuk menaikkan honor guru non PNS tanpa mengganggu kebutuhan sekolah. Apalagi ketika belajar di rumah, alasan ditambah untuk membeli kebutuhan alat kebersihan dan alat lainnya untuk pencegahan penularan virus dan biaya penggantian kuaota untuk belajar daring. Perlu pengawasan ketat tentang hal ini, karena banyak sekolah karena kondisi tertentu tidak menyelenggarakan pembelajaran daring.

Sementara itu, bagi guru yang telah memperoleh sertifikasi juga tunjangannya yang sebesar 1,5 juta sebulan dibayarkan tidak selancar guru PNS. Bisa dibayangkan bagaimana para guru non PNS memenuhi kebutuhan hidup termasuk kebutuhan untuk keperluan mengajar. Dana 4,5 juta potong pajak, dipergunakan untuk 3 bulan. 1,5 juta untuk tiap bulannya.  Jika pencairan dana sertifikasi untuk guru non PNS lancar maka dana 1,5 juta tidaklah begitu menyusahkan mereka. Namun terkadang lebih dari tiga bulan pencairan dana sertifikasi lancar.

Bagaimana mereka memenuhi kebutuhan hidup, apabila tunjangan dan pembayaran lainnya tidak pasti? Terkadang ada yang berpendapat “salah sendiri mau menjadi Guru”, andaikan mereka yang berpendapat seperti itu memahami betapa kalang kabutnya Pemerintah untuk mencukupi tenaga Guru di sekolah karena selama ini masih kurang guru. Pengangkatan Guru baru pun belum bisa menutupi kekurangan guru.

Pahlawan pendidikan berstatus non PNS ini ingin haknya dipenuhi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Apalagi yang sudah sertifikasi. Mereka sudah menempuh PLPG, PPG untuk mendapatkan tunjangan itu. Perjuangan tidak mudah. Guru non PNS membutuhkan dukungan seperti dukungan kepada guru PNS. Dari orangtua siswa, masyarakat, pemangku kebijakan, menteri, pemimpin negara. Bagaimanapun mereka turut membangun dan membangun dunia pendidikan.

Tinggalkan Balasan